Rahasia bisnis online jualan baju fashion di Lazada omzet milyaran kali ini datang dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. Namanya Andika Huang. Andika telah memulai usaha sejak 2010 dan kini sukses merasakan pundi-pundi keuntungan menjadi pebisnis fashion pria. Bagaimana cara Andika meraih kesuksesan?

Pada video Rahasia Bisnis Online Jualan Baju Fashion di Lazada Omzet Milyaran kali ini, Michael Sugiharto telah melakukan wawancara secara lengkap tentang kisah jatuh bangun Andika Huang dalam meraih kesuksesan. Bagaimana kisah inspiratif ini dimulai? Berikut ini hasil transkrip wawancara Michael Sugiharto bersama Andika Huang:


Michael Sugiharto (MS): Welcome to teknobie.
Hari ini kita bersama dengan bos Andika Huang. Halo halo dari Surabaya. Tetangga sendiri. Soalnya di Surabaya kita punya banyak sekali orang-orang yang jago terutama di bisnis online. Kamu pasti penasaran kan Andika tanya sedikit ya dulu history-nya gimana, Kok bisa sampai bisnis online?

Andika Huang (AH): Oke aku mulai bisnis online ini dari tahun 2010. Masih zamannya Friendster. Jualan yang pertama, itu jualan parfum. Terus lanjut ke 2012, itu jual nomor cantik. Nomor perdana cantik. Sampai akhirnya 2013 sampai sekarang fokusnya di fashion. Di tahun 2017, kita sudah produksi sendiri dengan menggunakan brand. Namanya Bos Baju. Produknya kemeja pria.

MS: Kemeja pria ya? Berangkat dari 2010. Memulai bisnis online pada 2013. Mau tahu rata-rata penjualannya lewat apa?

AH: Saya Lazada dan Shopee. Tapi yang paling besar di Lazada.

MS: Tidak banyak orang paham ternyata di Lazada bisa jualan. Bisa cerita sedikit, kok bisa jualan di Lazada?

teknobie-Rahasia-Bisnis-Online-Jualan-Baju-Fashion-Lazada-Omzet-Milyaran
Photo by Randy Lu on Unsplash

AH: Awalnya tahun 2013, saya mulai masuk ke bisnis baju dan itu perkembangannya cukup bagus. Tingkat yang besar banget, di luar dari ekspektasi. Awalnya menggunakan BBM grup untuk cari reseller. Sampai akhirnya tahun 2015, agak turun kalau untuk yang fashion. Karena Tanah Abang buka yang Blok B. Itu kan sepi gedungnya. Nah itu disewakan secara gratis. hanya bayar service charge. Itu adalah titik balik dari semua dari online baju yang ada di Surabaya terutamanya.

AH: Karena mereka yang online shop yang di Jakarta pada masuk ke Tanah Abang. Mereka cuman bayar service charge dan mereka ngambil barang dari Metro yang tinggal nyebrang. Mereka jual dengan harga yang turun drastis. Harga serian dijual dengan harga ecer. Dari situ, bisnis saya juga goyang. Sampai akhirnya pada 2016, saya memutuskan harus pindah ke Jakarta bersama istri dan anak saya, waktu itu umur 4 bulan. Saya nekat ajak anak istri langsung ke Jakarta dan tinggal di apartemen selama sebulan. Apartemen kami cukup jauh dari Season City ke Tanah Abang. Setiap hari, saya harus naik KRL sampai ke Tanah Abang. Setiap hari saya keliling itu kurang lebih jaraknya antara 67 kilo.

AH: Saya sempat juga buka toko di Tanah Abang di Blok B yang murah itu. Tapi ternyata enggak cocok. Akhirnya saya oper selama sebulan karena hasilnya masih belum sesuai harapan. Sampai akhirnya saya pulangkan istri sama anak saya. Saya balik sendiri ke Jakarta. Saya ngekos. Itu sudah tidak buka toko lagi di Tanah Abang. Kerjaan saya setiap hari, posting foto dari semua produk-produk yang dijual di toko-toko Tanah Abang. Yang mereka produksi sendiri. Kalau ada produk yang laku, saya order di aplikasinya mereka. Setiap hari saya ngambil ke toko masing-masing. Kalau udah dapat 2 kresek jumbo, saya titipin ke toko temen. Saya tunggu toko-toko pada tutup jam 3 lalu saya mulai itu keluarin barang. Saya taruh di depan toko-tokonya orang yang udah tutup. Ngamper. Baru ada ekspedisi yang ngambil JNE. Tanah Abang tutup jam 3, saya pulang dari Tanah Abang jam 8 malam.

“Jualan itu bukan serta merta langsung laku. Perlu perjuangan!” – Michael sugih

MS: Buat Teknoheads yang baru mulai bisnis online, jualan itu bukan serta merta langsung laku saat buka akun di Instagram. Buka akun di Tokopedia,di Lazada tiba-tiba ada penjualan. Perlu perjuangan. Apa yang didapat Andika bukan tiba-tiba sukses. Bukan karena hari ini pasang, besok langsung laku. Andika sudah ngejalanin lebih dari rata-rata perjualan orang lain itu sampai ngemper hingga malam. Oke silakan dilanjutkan.

AH: Habis itu ada teman menganjurkan untuk jualan di Shopee pada April 2016. Waktu itu saya menolak karena kalau jual di BBM, otomatis saya dapat cash. Tapi kalau masuk marketplace, saya harus mengutang sebelum customer bayar. Tapi teman saya terus membujuk, kenapa nggak dicoba saja. Dan pas saya coba, BOOM!

MS: Itu tahun berapa?

AH: Masih di tahun yang sama, 2016 bulan April-Mei. Sebenarnya saya sudah bisa menutup dari apa yang dibutuhkan untuk keluarga. Saya pulang untuk menemui istri dan anak saya. Adik saya menggantikan saya. Namun hanya bertahan sebulan karena menurutnya rutinitas itu lebih berat daripada kerja kantoran. Kerjaan adik saya sebelumnya.

teknobie-Rahasia-Bisnis-Online-Jualan-Baju-Fashion-Lazada-Omzet-Milyaran
Photo by Jeniffer Araújo on Unsplash

AH: Nggak ada pilihan, saya kembali ke Jakarta dan mengalami rutinitas jualan lagi. Dari sana saya berpikir, dana sudah mencukupi. Toh kenapa harus bekerja keras tapi jauh dari keluarga. Saya juga masih punya tabungan. Di masa itu, saya nerima telepon dari Key Account Manager -nya Lazada Surabaya. Saya dapat penawaran waktu itu ada program Rising Star. Program yang memberikan VIP member Lazada yang berbayar 25 juta, saya dapat free selama 2 bulan. Tapi saya tolak.

AH: Kenapa ditolak? Karena sistem di Lazada berbeda dengan Shopee. Lazada, waktu itu plafonnya masih B2C. Jadi otomatis, saat join ada fee 500ribu. Setelah kena fee kalau kita nggak punya produk, ada orderan masuk kita kena denda 100ribu. Salah kirim barang kena denda 100ribu. Ongkir kita kena 7ribu. Jadi suatu platform yang berbeda banget, lebih macam-macam. Jadi awalnya saya tolak. Tapi karena pertimbangan lebih, saya mau mencoba jualan di Lazada. Baru upload pagi, sore nya udah ada masuk 7 orderan dengan profit margin nya itu poin 2 minimal point dua tapi sayangnya karena alamatnya didaftarkan Surabaya dan saya di Jakarta tidak bisa dikirim. Maksudnya nggak bisa dikirim karena pengirimannya menggunakan Lazada Express yang harus jemput paket di rumah saya. Lha kan didaftarkan dari Surabaya. Dengan berat hati, semua orderan itu dibatalkan. Tunggu saya pulang ke Surabaya.

AH: Saya putuskan pulang ke Surabaya. Modal saya hanya 5juta. Saya belikan kemeja di Tanah Abang semua. Pulang menggunakan kereta dan bawa berkarung-karung kemeja. Itu modal dan titik balik saya jualan di Lazada. Penjualan saya bagus di Lazada dan profitnya gede banget. Hingga 3 kali. Saya bisa kumpulin modal terus penjualannya naik terus ya. 2 bulan pertama jualan di Lazada karena ada program Rising Star dan saya dapat cashback hingga 10 juta dari Lazada. Sayangnya, kebutuhan di Surabaya dan cicilan cukup banyak. Jadi untuk modal selanjutnya saya ke Royal Plasa untuk gesek kartu kredit.

MS: Kartu kredit kalau dipakai dengan baik bisa jadi modal yang berguna. Daripada pinjam tetangga, saudara, biasanya susah banget.

teknobie-Rahasia-Bisnis-Online-Jualan-Baju-Fashion-Lazada-Omzet-Milyaran
Photo by cottonbro from Pexels

AH: Tapi itu nggak lama karena kami, saya dan istri putuskan untuk pinjam ke saudara saja. Setelah cari-cari dan ternyata susah banget cari pinjaman uang, ada adiknya Papa mau kasih pinjam 50 juta tapi dia minta 3% karena diambil bank 1,5% dan dia juga 1,5%. Dari sana, perkembangan bisnis jalan hingga di 2017 karena ketersediaan stok, saya harus produksi sendiri.

MS: Sampai sekarang masih terus ya? Apa nama toko di Lazada?

AH: Nama toko di Lazada, Bos Baju.

MS: Sedikit bocoran ya bisa ketemu dengan Andika ini di workshop. Saya heran maksudnya udah jalan lama ya kan dan tapi kok masih mau belajar mengenai Instagram online shop. Mungkin bisa sharing kenapa tuh masih belajar?

AH: Jadi awal 2016, saya masuk di Lazada keuntungan bisa 3kali lipat. Terus di akhir tahun itu harus turun lagi menjadi 2,5. Pada 2016-2017 harus turun ke 2kali lipat. Tahun 2018 1,5 poin. Sekarang setiap toko baru buka, harga jual pasarannya mendekati modal.

MS: Ini yang perlu dibenahi, memangnya untuk ekosistem kita semua ya sebagai reseller jangan mentang-mentang gampang, kamu nggak ada modal dan lain sebagainya kamu cuma pasang gambar doang, kamu pasang harga seenak jidat. Itu bukan cuma merusak pesaing kamu tapi sebenarnya rusak diri kamu sendiri dan nggak mendidik customer dengan baik. Gimana kamu bisa bisnis kalau kamu sendiri nggak mikir ngambil untung. Emang kamu pulsa nggak bayar tiap hari, minggu ngeluangin waktu itu nggak bayar, kalau misalnya kamu mau orang-orang yang selalu berpikiran seperti itu susah jadinya ya kan.

AH: Saya punya strategi, bikinnya di tahun 2018. Namanya strategi pricing. Saya beri harga terendah pada 1 ukuran kaos untuk menarik customer di online shop saya.

MS: Persaingan di marketplace ketat banget. Sekarang kamu melihat Instagram sebagai tempat jualan yang bisa menguntungan. Selain itu apa lagi alasanmu?

AH: Kalau di marketplace, sebesar apapun kita di sana, omsetnya sampai seberapa pun itu tidak akan menjamin. Kalau kita sadar selama 1- 2 tahun atau sampai lima tahun ke depan kita bisa tetap seperti itu. Kenapa? Sekarang di marketplace itu, perubahan yang sangat cepat. Pertama kita harus selalu adaptasi dan tidak semua adaptasi kita itu bisa masuk di sana. Kedua, kita itu numpang di marketplace dan menggantungkan hidup kita. Jadi saya perlu berpikir, kenapa tidak membangun brand saya sendiri. Branding itu penting.

teknobie-Rahasia-Bisnis-Online-Jualan-Baju-Fashion-Lazada-Omzet-Milyaran
Photo by alex bracken on Unsplash

MS: Sebenarnya di instagram juga tetep bukan lapak kita. Nantinya kita perlu website sendiri yang bisa narik customer sendiri. Ini jugakah yang bikin kamu pengen punya aset sendiri?

AH: Betul. Di marketplace, kita terbentur aturan-aturannya mereka. Harus seperti ini, campaign harus seperti ini bahkan flash sale harus diatur sama dia. Ada minimum harganya. Sedangkan kalau di Instagram, prinsipnya adalah sosial media. Saya perlu bercerita tentang brand saya meski nanti Instagram juga udah nggak ada, orang tetap ingat brand saya. Tapi kalau di marketplace, kalau hilang ya sudah hilang.

MS: Bisa kasih tips untuk teman-teman yang baru memulai bisnis online pertama di marketplace

AH: Kalau saya pribadi, saya punya 3 prinsip utama: Pertama, kita harus punya kategori produk yang jelas. Contohnya? Misalnya mau berjualan kayak saya, kemeja pria. Maka saya akan berfokus kemeja pria. Ini fungsinya agar kita bisa fokus. Bakal beda jika kita jualan macam-macam. Ada tas, kemeja, sepatu. Lalu yang ramai adalah tas. Biasanya kan cuma satu, kita punya duit kita mau kulakan kemeja juga, fokusnya kemana-mana sehingga berkembangnya jauh lebih lambat daripada kalau kita fokus satu produk dan kategori-kategori itu bisa dikembang. Misalnya saya dari kemeja pria, saya bisa lari ke fashion pria yang di mana jual sepatu pria, tas pria itu sesuai kebutuhan tapi yang pasti harus jelas dulu kategorinya.

AH: Kedua, kita harus punya produk yang mendatangkan trafik. Kalau kita jualan di marketplace, mata uang kita adalah trafik. Selain trafik itu menjadi sebuah konversi ya kan nah jadi traffic nya itu adalah kita harus bisa membuat orang itu kepo dulu sama tokonya kita sama barang kita. Entah itu dari segi pricing atau entah itu bisa menggunakan menjual produk unik seperti squishy. Karena begitu masuk ke toko dan relatif biasanya di marketplace itu mereka menggunakan pixel. Jadi sekali ngeklik produk kita selamanya mereka akan dihantui produk kita.

AH: Ketiga, kita punya produk untuk menguasai pasar. Percuma kita bisa datangin trafik tapi kalau jualannya cuman itu doang. Jadi harus kita harus menemukan value keunggulan-keunggulan dan apa sih yang dibutuhkan dari kategori yang kita jual itu yang harus digali. Kalau menurut saya dari tiga hal itu, itu bisa dilakukan di marketplace.

“Jangan melulu jual murah. Kita mau keliatan keren, apa mau cari untung?” – Andika Huang.

AH: Karena kalau jual harga murah itu di saat campaign di saat ada promosi atau flash sell, kita nggak dapat untung karena udah nggak ada margin. Makanya itu kadang saya miris sama temen-temen biar orderan yang rame dijual modal, mengambil keuntungan dari ekspedisi.

MS: Sekian dari kami jangan lupa juga untuk like dan share video ini komen bilang kalau ada pertanyaan mengenai marketplace. Nanti Andika akan saya todong untuk jawab sendiri di bawah ini. Terima kasih. Salam sukses buat Anda salam hebat luar biasa.


Demikianlah hasil wawancara Michael Sugiharto bersama Andika Huang, pengusaha pakaian pria dari Surabaya. Andika sukses menjual ribuan pieces hingga sekarang mampu memproduksi sendiri. Semoga kisah jatuh bangun Andika mampu menginspirasi kita semua. Terlebih teman-teman Technoheads yang baru memulai bisnis online di marketplace.

Dapatkan insight-insight tentang bisnis online dari video berikut:

Produk Bisnis Online Shop Paling Laris Untuk Dropship (2020)
Klik ► https://youtu.be/218YTiySH-Y

5 Cara Terpenting Belajar Bisnis Online Bagi Pemula
Klik ► https://youtu.be/3P2C5gx3900

3 Cara Tercepat Menghasilkan Omset (1 Juta + per Hari) Jadi Miliarder dari Bisnis Online
Klik ► https://youtu.be/O5PzDZvP5aY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here